Dokumentasi metode
Dokumen ini menjelaskan dua model yang dipakai paralel (empirical base-rate + GBM first-passage), asumsi yang masing-masing dibikin, dan batasannya. Tujuan: kalau besok prediksi salah, kita tahu komponen mana yang harus direvisi.
Bukan “harga besok berapa?” (mustahil dijawab dengan akurat), tapi:
“Dari harga sekarang, dalam N hari ke depan, berapa peluang harga menyentuh level X (≥ atau ≤) setidaknya sekali?”
Ini disebut first-passage probability — peluang harga menyentuh sebuah barrier dalam horizon tertentu. Lebih realistis karena yang penting buat trader bukan close exact, tapi apakah level target ke-touch (entry, TP, SL semua kerja di touch).
Cara paling jujur: lihat aja masa lalu. Ambil N rolling-window dari data harga harian coin tersebut, hitung berapa persen window di mana harga touch target dalam horizon yang sama.
Untuk setiap hari t dalam history:
start = close[t]
target_up = start * (1 + move_up_pct)
target_dn = start * (1 + move_dn_pct)
for h in [1, 2, 3, 5, 7, 10, 14]:
window = high/low di [t+1 .. t+h]
if max(window.high) >= target_up: hit_up[h] += 1
if min(window.low) <= target_dn: hit_dn[h] += 1
P_empirical(up, h) = hit_up[h] / total_windows
P_empirical(dn, h) = hit_dn[h] / total_windowsKelebihan: tidak ada asumsi distribusi. Kalau coin punya fat-tail history, ke-capture langsung.
Batasan: sample size terbatas (HYPE 300 hari, NEAR 400 hari). Kalau regime sekarang beda dari rata-rata, base-rate bias. Untuk move >20% di coin volatile, sample efektif tipis di horizon pendek (1-3d).
Model klasik: asumsi return harian log-normal i.i.d. dengan drift μ dan volatilitas σ. Untuk barrier touch, dipakai pendekatan reflection principle via simulasi 10K paths atau closed-form approximation.
Estimate dari N hari terakhir:
μ = mean(log_return_daily) // drift
σ = stdev(log_return_daily) // vol
Simulasi Monte Carlo per horizon h:
for i in 1..10_000:
path = [S0]
for d in 1..h:
z = N(0, 1)
next = path[-1] * exp((μ − σ²/2) + σ * z)
path.append(next)
hit_up[h] += (max(path) >= target_up)
hit_dn[h] += (min(path) <= target_dn)
P_gbm(up, h) = hit_up[h] / 10_000Kelebihan: smooth curve, bisa extrapolate ke horizon yang tidak punya sample empiris. Mathematically clean.
Batasan: mengasumsi independen — gagal saat ada momentum (return autocorrelated) atau mean-reversion. Crypto fat-tail bikin GBM understate peluang touch target jauh.
Empirical + GBM bukan dirata-rata sembarangan. Yang dilihat: apakah dua-duanya setuju?
Kalau current = $100, target up $122 vs target down $92, jarak ke down lebih dekat (8% vs 22%). Touch-probability sangat sensitif terhadap jarak — naik 2× jarak biasanya turunin probabilitas 3-4× karena hubungannya non-linear (∝ exp(-distance²/2σ²t) untuk GBM).
Jadi kalau pertanyaannya “mana lebih dulu kena, up atau down?”, hampir selalu yang jaraknya lebih dekat menang — kecuali momentum sangat kuat ke arah jauh.
Model statistik tidak tahu kalau hari ini coin baru +13% dua hari berturut. Konteks ini ditambahkan manual sebagai verdict prose — bukan diadjust ke angka.
Contoh konteks yang biasa ditangkap manual:
- "Pump May 21-25 +63% dalam 5 hari" → setup momentum berulang
- "Sudah retrace -5% kemarin" → distribusi sudah dimulai
- "Vol 24h drop 4.8%" → euforia hilang
- "Hari ini close near high +12%" → momentum lanjut
- "Body merah besar dengan vol spike" → distribution eventAngka empirical+GBM = base rate. Konteks ini = adjustment subjektif untuk pertimbangan trader, bukan formula resmi.
Locked saat publish
Diisi seiring waktu